Bujang Kiray – Andie Muryadi Bangun PAC Pemuda Pancasila Medan Satria Berbasis Kekeluargaan dan Soliditas
BOGOR | mediakpk.co.id – Ada suasana berbeda yang terasa dalam kegiatan konsolidasi dan family gathering Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Satria di kawasan Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, 2–3 Oktober 2026.
Bukan sekadar agenda melepas penat dari rutinitas organisasi, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan pengurus, anggota dan keluarga dalam suasana yang lebih dekat. Di balik terselenggaranya kegiatan itu, terdapat peran Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Satria Bujang Kiray bersama Sekretaris Andie Muryadi yang mendorong terbangunnya semangat kebersamaan di tubuh organisasi.
Bagi keduanya, organisasi yang kuat tidak cukup hanya mengandalkan struktur. Komunikasi, silaturahmi dan rasa memiliki antarpengurus serta anggota menjadi modal penting untuk menjaga soliditas.
Gagasan itulah yang kemudian diterjemahkan melalui konsolidasi yang dikemas lebih santai dan humanis.
Bujang Kiray memilih menjadikan momentum tersebut sebagai ruang untuk mendekatkan kembali seluruh jajaran. Di tengah kesibukan organisasi, Puncak Cisarua menjadi tempat bagi pengurus dan anggota untuk berbincang lebih lepas, saling mengenal lebih dekat sekaligus membangun kembali semangat kebersamaan.
“Konsolidasi ini bukan hanya untuk membahas organisasi, tetapi juga bagaimana kita mempererat hubungan kekeluargaan. Dengan kebersamaan seperti ini, komunikasi antaranggota semakin dekat dan kekompakan organisasi semakin kuat,” ujar Bujang Kiray.
Bujang Kiray: Soliditas Dimulai dari Kebersamaan
Bagi Bujang, kekompakan organisasi bukan sesuatu yang dapat dibangun secara instan. Dibutuhkan komunikasi yang terus dijaga dan ruang pertemuan yang memungkinkan seluruh anggota merasa menjadi bagian dari keluarga besar organisasi.
Karena itu, family gathering tidak ditempatkan semata sebagai kegiatan rekreasi.
Kehadiran keluarga anggota justru menjadi bagian dari konsep yang ingin dibangun. Para keluarga dapat saling mengenal, sementara para anggota memperoleh kesempatan untuk berinteraksi di luar suasana formal organisasi.
Pendekatan tersebut membuat kegiatan berlangsung lebih cair. Tidak ada sekat antara agenda konsolidasi dan suasana kekeluargaan.
Pesannya sederhana: semakin dekat hubungan antaranggotanya, semakin mudah pula komunikasi organisasi dibangun.
Bujang pun berharap momentum tersebut dapat menjadi energi baru bagi seluruh jajaran PAC Pemuda Pancasila Medan Satria untuk menghadapi berbagai agenda organisasi berikutnya.
Andie Muryadi, Menjaga Ritme Komunikasi Organisasi
Jika Bujang Kiray membawa semangat kebersamaan dari sisi kepemimpinan, Andie Muryadi berperan menjaga agar komunikasi dan koordinasi di internal organisasi tetap berjalan.
Sebagai sekretaris, Andie melihat konsolidasi bukan hanya sebagai forum struktural, melainkan kesempatan untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka.
Konsep kegiatan yang memadukan konsolidasi, silaturahmi dan permainan menjadi salah satu cara yang dipilih untuk menciptakan suasana tersebut.
“Ada konsolidasi, ada silaturahmi dan tentunya ada hiburan. Games yang kita lakukan menjadi bagian untuk membangun kekompakan, kekeluargaan dan kerja sama. Jadi bukan sekadar berkumpul, tetapi ada nilai kebersamaan yang ingin kita bangun,” kata Andie.
Menurut Andie, suasana yang tidak terlalu formal membuat komunikasi antarpengurus dan anggota menjadi lebih cair. Dari komunikasi seperti itulah, berbagai gagasan dan masukan dapat muncul secara lebih terbuka.
Ia menilai soliditas organisasi harus dirawat secara berkelanjutan, bukan hanya ketika terdapat agenda besar.
“Harapannya setelah kegiatan ini seluruh jajaran semakin kompak, semakin solid dan semakin siap menjalankan program-program organisasi ke depan. Kebersamaan adalah kekuatan kita,” ujarnya.
Dari Puncak, Menyatukan Langkah
Rangkaian kegiatan di Puncak Cisarua diisi dengan berbagai games dan aktivitas kebersamaan yang melibatkan peserta. Canda, tawa dan interaksi antarpeserta membuat suasana semakin hangat.
Namun, di balik keseruan tersebut terdapat pesan organisasi yang ingin ditanamkan Bujang Kiray dan Andie Muryadi: bahwa membangun organisasi juga berarti membangun hubungan antarmanusia di dalamnya.
Keduanya menempatkan komunikasi dan kekeluargaan sebagai bagian dari upaya menjaga soliditas PAC Pemuda Pancasila Medan Satria.
Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan pola pendekatan kepemimpinan yang tidak hanya bertumpu pada agenda formal, tetapi juga membuka ruang bagi anggota untuk membangun kedekatan secara personal.
Dari sana, diharapkan muncul rasa memiliki yang lebih kuat terhadap organisasi.
Bagi PAC Pemuda Pancasila Medan Satria, dua hari di Puncak bukan sekadar perjalanan bersama. Ia menjadi ruang untuk berhenti sejenak, menyatukan kembali komunikasi, mempererat hubungan dan mempersiapkan langkah organisasi berikutnya.
Bujang Kiray dan Andie Muryadi pun menegaskan bahwa kebersamaan menjadi salah satu fondasi yang terus mereka jaga.
Sebab bagi mereka, organisasi yang solid bukan hanya tentang seberapa kuat strukturnya, tetapi juga seberapa erat orang-orang di dalamnya mampu berjalan bersama. (Andy/Dery)

