SULSELBATRA-SULUTENGGO

Klarifikasi Dinkes Luwu:Stok Obat Demam di Puskesmas Bua Dipastikan Saat ini Tersedia

Luwu. Media.K-PK

Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu menyampaikan hak jawab atas pemberitaan terkait dugaan kekosongan obat demam di Puskesmas Bua.

Dinas Kesehatan memastikan ketersediaan obat di Puskesmas Bua saat ini dalam kondisi tersedia. Hal tersebut berdasarkan laporan ketersediaan obat per 18 Agustus 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, dr. Rosnawary Basir, mengatakan pihaknya memiliki mekanisme pemantauan dan distribusi obat yang dilakukan secara rutin melalui Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK).

Distribusi obat ke masing-masing puskesmas dilakukan setiap bulan dengan mengacu pada Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO).

“LPLPO menjadi dasar dalam proses permintaan obat, evaluasi penggunaan, serta pengendalian ketersediaan obat,” jelas dr. Rosnawary, Selasa (18/8/2026).

Ia mengatakan kebutuhan obat setiap puskesmas berbeda-beda karena dipengaruhi oleh pola penyakit, jumlah kasus, serta kondisi wilayah pelayanan.
Untuk memastikan kondisi di lapangan, Dinas Kesehatan juga telah melakukan pengecekan langsung.

Pada 14 Agustus 2026, Kepala Dinas Kesehatan bersama Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) dan tim Instalasi Farmasi Kabupaten melakukan pemeriksaan terhadap ketersediaan obat, vaksin, dan BMHP di puskesmas.

“Terkait pemberitaan mengenai terjadinya kekosongan obat di Puskesmas Bua, kami tegaskan bahwa saat ini ketersediaan obat Pelayanan Kesehatan Dasar (PKD), vaksin, dan bahan medis habis pakai di puskesmas dalam kondisi cukup,” ujarnya.

Berdasarkan laporan terakhir, obat demam yang sebelumnya menjadi sorotan juga disebut tersedia di Puskesmas Bua dan puskesmas lainnya di Kabupaten Luwu.

“Berdasarkan laporan terakhir, stok obat terutama obat demam di Puskesmas Bua dan puskesmas lain di Kabupaten Luwu tersedia,” katanya.

Meski ketersediaan obat saat ini disebut aman, Dinas Kesehatan mengakui adanya keterbatasan anggaran pengadaan obat pada 2026 akibat penurunan alokasi DAK. Total anggaran tersebut berada di kisaran Rp2,2 miliar untuk memenuhi kebutuhan obat seluruh puskesmas di Kabupaten Luwu selama satu tahun.

Dinas Kesehatan kemudian mendorong setiap puskesmas untuk mengoptimalkan anggaran operasional yang bersumber dari JKN guna mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan dasar.

Melalui hak jawab ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu menegaskan bahwa pemantauan stok dan distribusi obat terus dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.(Basman)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
×
Banner Iklan 1
Banner Iklan 2