NTT-NTB-PAPUA-MALUKU

Perjuangan Luwu Raya Harga Mati, Massa Tutup Total Jalan Trans Sulawesi di Palopo

‎Palopo – Media K-PK |
‎Tekanan terhadap pemerintah pusat kembali diperlihatkan massa Aliansi Wija To Luwu dengan menutup total Jalan Poros Trans Sulawesi di kawasan Sampoddo, Palopo, Jumat (23/1/2026).

Aksi tersebut merupakan lanjutan dari gelombang tuntutan pembentukan Provinsi Luwu Raya serta pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Luwu Tengah yang hingga kini belum mendapat kepastian dari pemerintah pusat.

‎Pemalangan jalan dilakukan dengan membentangkan spanduk tuntutan tepat di tengah jalur nasional. Massa juga menyandera satu unit truk kontainer roda 10 yang dijadikan penghalang utama, sehingga arus kendaraan dari dua arah lumpuh total.

‎Akibat aksi ini, kemacetan parah terjadi di jalur pegunungan Sampoddo yang selama ini dikenal sebagai penghubung vital antarwilayah di Sulawesi. Antrean kendaraan mengular panjang, baik dari arah selatan maupun utara.
‎Aksi dimulai usai Salat Jumat, sekitar pukul 13.20 WITA. Hingga pukul 14.10 WITA, massa masih bertahan di lokasi dan menegaskan sikap tidak akan mundur sebelum tuntutan mereka dipenuhi.

‎Dalam orasinya, massa menyebut pemalangan jalan ini sebagai peringatan keras kepada pemerintah pusat agar tidak lagi mengabaikan aspirasi rakyat Luwu Raya.

‎“Ini bukan aksi terakhir. Selama Provinsi Luwu Raya belum terbentuk, kami akan terus turun ke jalan. Presiden Republik Indonesia harus mendengar langsung suara rakyat Luwu Raya,” tegas salah satu orator.

‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah maupun aparat terkait langkah lanjutan untuk membuka kembali jalur Trans Sulawesi tersebut.

‎(Basman)

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
error: Content is protected !!