SULSELBATRA-SULUTENGGO

Dinilai Tidak Transparan, Begini Penjelasan Ketua BUMDes Kanawatu

LUWU TIMUR – Media.K-PK

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Terkait Beredarnya informasi di Sosial Media (Sosmed) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kanawatu kecamatan Wotu Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan yang dinilai Tidak Transparan. Ketua BUMDes Angkat Bicara.

Menurut Yoram selaku ketua BUMDes Sang’kutu Banne, soal anggaran BUMDes yang nilainya hingga ratusan juta rupiah telah raib, dan mengenai pengelolaan yang tidak jelas arah usahanya. Sama sekali tidak benar.

“Saya klarifikasi terkait tuduhan yang ditudingkan terhadap saya, bahwa usaha pangkalan tabung gas tidak beroperasi, dan juga tabung gas sudah tidak ada lagi. kata Yoram saat ditemui di kediamannya, pada Rabu (24/09/ 2025).

Yoram mengungkapkan, sampai hari ini pangakalan masih terus beroperasi, hanya memang kami terbatas kuota, yaitu hanya bisa memiliki sebanyak 100 tabung gas,
Jadi kalau stok habis, kami harus menunggu
Beberapa Minggu lagi. jelasnya.

“Adapun tabung gas yang dikatakan sudah tidak ada lagi, itu juga tidak benar, kalau dikatakan berkurang, memang saya akui, itu dikarenakan, terkadang pada saat warga bersamaan datang untuk menukar tabung gas, ada yang ambil 2 tabung gas sekaligus, alasannya nanti dikembalikan. Makanya itu kita coba atur jadwal, bawa tabungnya, kita atur, dan kita tata,

Disamping itu, Yoram juga mengatakan, menganai ketahanan pangan, jadi proses pencairan dana ketahanan pangan yang jumlahnya 153 juta itu, masih di Dines, jadi belum cair pak, ucapnya.

“Menganai perencanaan kami terkait ketahanan pangan itu, kebetulan dana kami ada di Bank, itulah yang kami cairkan, dan itu persiapan untuk pembangunan kandang ayam petelur. Ada dua program, yakni, bibit unggul dan ayam petelur, tujuannya untuk menunjang ketahanan pangan.

Terkait bibit unggul, kami sudah gelontorkan dananya ke mereka, jadi itu dibagi ke petani Sebanyak 7 juta perkelompok tani, untuk penanaman padi yang sifatnya bibit unggul, Nah itu jumlahnya lebih 28 juta, jadi untuk dana ketahanan pangan sendiri belum cair, dana yang kami gelontorkan, adalah melalui dana BUMDes. terangnya.

“Kemudian dari sisa anggaran itu, untuk pembuatan kandang ayam, Nah kemarin saya sudah transfer dananya ke Jakarta, jumlahnya 33 juta, dan untuk harga ayam petelur, saya juga sudah serahkan dananya sebanyak 65 juta.

Seluruh rincian pemasukan dan rincian pengeluaran seluruh item kegiatan dan dana BUMDes sudah di buat secara rinci, baik yang bulanan maupun yang tahunan, semuanya ada sama kami selaku pengurus BUMDes, pengurus BUMDes dalam melakukan kegiatan sangat terbuka bagi masyarakat desa Kanawatu. Jadi semuanya bersifat transparan, ungkapnya.

Menanggapi Hal itu, Kepala desa Kanawatu, Muslim Baco Lolo, menjelaskan bahwa
Pengelolaan dana BUMDes itu bukan di Kapala Desa.

Saya hanyalah sebagai penasihat, berdasarkan PP No. 11 Tahun 2021, yang memberikan nasihat dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan pengelolaan BUMDes, bukan mengelola operasionalnya secara langsung.

Adapun informasi yang sudah beredar, bahwa BUMDes Kanawatu yang dinilai sifatnya tidak transparan, nanti kita klarifikasi ulang, pada saat rapat yang sudah kami buatkan jadwalnya bersama BPD dan pengurus BUMDes. Nanti kami akan mengundang tokoh masyarakat, dan sejumlah Warga. tuturnya. (Armin)

error: Content is protected !!