Uncategorized

Pembangunan Jalan Ruas Puji Rahayu–Tanjung Harapan Dimulai, Rekayasa Lalu Lintas dan Jalan Alternatif Diterapkan

Pembangunan Jalan Ruas Puji Rahayu–Tanjung Harapan Dimulai, Rekayasa Lalu Lintas dan Jalan Alternatif Diterapkan

 

MERBAU MATARAM, Media KP-K |

Pemerintah Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan, resmi memulai proyek rekonstruksi jalan ruas Puji Rahayu–Tanjung Harapan. Kegiatan penataan dan sosialisasi rekayasa lalu lintas ini dipimpin langsung oleh Camat Merbau Mataram, Ricky Randa Belpama, S.I.Kom., M.M.

Untuk menunjang kelancaran pengerjaan fisik di lapangan, penutupan jalan sementara diberlakukan mulai 1 Oktober hingga 1 November 2026 (selama 30 hari). Titik penutupan membentang mulai dari depan Gereja Lebung Sari hingga Tugu Desa Batu Agung.

Panduan Rute Jalan Alternatif

Pengguna jalan, baik kendaraan roda dua, roda empat, maupun kendaraan umum, diimbau untuk mengalihkan perjalanannya ke rute alternatif yang telah disiapkan selama masa penutupan:

Dari Arah Puji Rahayu / Lebung Sari:

Gereja Lebung Sari → Tugu Ngestikarya (Kecamatan Waway Karya) → Tugu Wonoroto → Belok kiri menuju Tugu Desa Batu Agung.

Dari Arah Tanjung Harapan / Batu Agung:

Dapat melintasi rute yang sama dari arah sebaliknya (Tugu Desa Batu Agung → Tugu Wonoroto → Tugu Ngestikarya → Gereja Lebung Sari).

Dukungan Penuh Warga, TNI, dan Polri

Meskipun aktivitas pengangkutan barang dan mobilitas harian sempat teralihkan, langkah rekayasa lalu lintas ini mendapat apresiasi serta dukungan penuh dari warga, Pemerintah Desa, hingga jajaran TNI dan Polri. Warga menyadari bahwa pengorbanan waktu dan kenyamanan sesaat ini sebanding dengan kualitas jalan kokoh yang akan dinikmati kelak.

Antusiasme dan tanggapan positif disampaikan oleh sejumlah warga di lokasi:

“Kami sangat bersyukur jalan ini akhirnya dibangun secara permanen. Walaupun harus memutar jalan dan memakan waktu sedikit lebih lama selama sebulan ke depan, kami tidak masalah sama sekali. Ini demi kebaikan bersama agar jalan kita bagus dan awet,” ujar Sukardi, salah seorang warga Dusun 4 Tanjung Sari Desa Puji Rahayu, Rabu (30/9/2026).

Senada dengan hal tersebut, warga Desa Batu Agung yang kerap melintasi jalur tersebut untuk berdagang, menambahkan:

“Selama ini kalau hujan jalan sering rusak dan membahayakan, apalagi buat anak-anak sekolah dan petani yang bawa hasil bumi. Penutupan ini cuma sementara, jadi kami sangat mendukung dan siap mematuhi rute alternatif yang diarahkan Pak Camat dan petugas.”

Arahan Camat dan Kepala Desa

Dalam pertemuan persiapan penutupan jalan dan sosialisasi rekayasa lalu lintas tersebut, jajaran Pemerintah Kecamatan Merbau Mataram bersama KUPT PUPR menyampaikan penjelasan resmi terkait detail teknis, skema penutupan jalan, serta pentingnya dukungan masyarakat demi kelancaran proyek rekonstruksi ruas Puji Rahayu–Tanjung Harapan ini.

Camat Merbau Mataram, Ricky Randa Belpama, S.I.Kom, M.M, menjelaskan bahwa proyek rekonstruksi ruas jalan R150 Puji Rahayu–Tanjung Harapan bernilai anggaran sekitar Rp5 miliar dengan total panjang ruas 7.300 meter dan target penanganan sepanjang 5.000 meter. Beliau menekankan bahwa jalan ini merupakan akses vital masyarakat untuk sekolah dan mobilitas antar-desa, sehingga penutupan sementara selama kurang lebih 1 bulan sangat diperlukan agar pengerjaan fisik berjalan optimal. Camat juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Daerah dan berharap pada tahun 2027 proyek infrastruktur lanjutan yang lebih baik dapat kembali direalisasikan.

Mahpudin selaku Kepala UPT PUPR Kecamatan Merbau Mataram memberikan penjelasan teknis mengenai spesifikasi dan tahapan pengerjaan jalan:

Spesifikasi Teknis Jalan:

Pengerjaan dilakukan pada ruas R150 Puji Rahayu–Tanjung Harapan yang memiliki panjang total ruas 7.595 meter, dengan estimasi panjang penanganan mencapai 5.000 meter.

Item Pengerjaan:

Jenis pekerjaan mencakup rabat beton dan patching hotmix. Titik nol penanganan dimulai dari STA 300 (maju 300 meter dari titik nol ruas jalan). Pekerjaan rabat beton direncanakan sepanjang 700 meter dengan lebar 3,5 meter.

Waktu dan Durasi Penutupan Jalan:

Penutupan jalan dimulai pada awal Oktober. Estimasi masa penutupan diperhitungkan dari durasi pengerjaan pengecoran (misalnya 10 hari) ditambah dengan masa pengeringan/penguatan beton selama 20 hari (+20 hari setelah pengecoran selesai), sehingga total penutupan jalan diperkirakan berlangsung kurang lebih 1 bulan.

 

Sementara itu, Kepala Desa Puji Rahayu, Sugiarto, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas dimulainya proyek strategis yang telah lama dinantikan oleh warganya tersebut.

 

“Jalan ini merupakan urat nadi perekonomian dan akses vital bagi masyarakat Puji Rahayu dan sekitarnya—mulai dari pengangkutan hasil bumi pertanian hingga akses harian anak-anak menuju sekolah. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan pihak Kecamatan atas perhatiannya pada infrastruktur desa kami,” pungkas Sugiarto.(Antoni Rahmansyah)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
×
Banner Iklan 1