JABAR-JATENG-D.I.Y

Sambutan Danpusterad Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno Pada Forum Kebangsaan Bertema “Kesadaran Bela Negara Merupakan Pondasi Dasar Menuju Indonesia Emas” (Kamis, 13 agustus 2026)

Bandung, MesiaKPK.Co.Id.,

Sebuah momentum penting bagi penguatan karakter kebangsaan kembali hadir melalui Forum Kebangsaan yang menjadi bagian dari Program Unggulan Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Si. Acara ini digelar sebagai upaya strategis Pusterad dalam memperkuat semangat persatuan, wawasan kebangsaan, serta kesadaran bela negara di seluruh lapisan masyarakat.

Forum ini menghadirkan tamu kehormatan dari berbagai unsur strategis bangsa, antara lain: Dankodiklatad, Pangkogabwilhan I, AA Gym (Abdullah Gymnastiar), Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si, serta Guru Besar Unjani Prof. Dr. Heni Nurani Hartikayanti, SE., MSi., Ak., CA. Sebanyak 526 peserta turut hadir, terdiri dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, LSM, mahasiswa, hingga pelajar.

Dalam sambutannya, Danpusterad menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Beliau menyinggung tragedi pecahnya Yugoslavia pada awal 1990-an, yang disebabkan oleh krisis politik, ekonomi, konflik etnis, serta hilangnya figur pemersatu setelah wafatnya Josip Broz Tito. Perpecahan itu melahirkan perang panjang dan berdarah, hingga akhirnya negara tersebut terfragmentasi menjadi tujuh negara baru.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa lemahnya nasionalisme dan rapuhnya persatuan dapat membawa sebuah bangsa menuju kehancuran.

Danpusterad mengutip pesan para tokoh bangsa:

• Ir. Soekarno: “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.”
• Drs. Mohammad Hatta: Demokrasi dan keadilan adalah tanggung jawab bersama dalam menjaga persatuan bangsa.
• “Kemerdekaan hanya akan bermakna jika rakyat bersatu dan bekerja bersama untuk kesejahteraan bersama.”
Pesan-pesan ini menjadi fondasi moral bagi generasi Indonesia dalam menjaga keutuhan NKRI.

Danpusterad menegaskan bahwa ancaman terhadap negara kini tidak hanya bersifat militer. Perubahan geopolitik, persaingan ekonomi global, kemajuan teknologi, serta derasnya arus informasi menghadirkan ancaman baru melalui:

• Ruang digital
• Ideologi
• Ekonomi
• Sosial
• Budaya

Karena itu, bela negara adalah hak dan kewajiban seluruh warga negara, bukan hanya TNI. Bagi TNI AD, hal ini diwujudkan melalui Pembinaan Teritorial dan penguatan Kemanunggalan TNI–Rakyat.

Danpusterad menekankan betapa kayanya Indonesia:

• 466 bahasa daerah aktif (Kemendikbud, 2026)
• 1.340+ suku bangsa (BPS 2020–2026)
• 13 Warisan Budaya Takbenda UNESCO
• 81.500 cagar budaya terdaftar
• 6 agama resmi yang diakui negara

Keberagaman ini adalah kekuatan besar yang tidak dimiliki banyak negara lain. Namun kekuatan ini hanya bermakna jika dijaga dengan semangat persatuan dan nasionalisme yang kokoh.

Beliau mengingatkan bahwa nasionalisme generasi muda saat ini menghadapi beberapa tantangan serius:

  1. Pemahaman nasionalisme yang masih dangkal dan simbolik.
  2. Kesadaran bela negara yang belum menyeluruh.
  3. Pengaruh budaya global yang kuat dan meningkatnya individualisme.
  4. Menurunnya literasi sejarah serta ancaman ideologi transnasional di ruang digital.

  5. Karena itu, diperlukan penguatan nasionalisme yang lebih strategis, sistematis, dan relevan dengan era modern.

Melalui Forum Kebangsaan ini, Danpusterad mengajak seluruh peserta untuk:

• Memperkokoh nasionalisme yang hakiki
• Memperkaya wawasan kebangsaan
• Menyatukan persepsi
• Membangun komitmen bersama menjaga keutuhan NKRI

Beliau menutup sambutan dengan pesan kuat:
“Mari jadikan forum ini sebagai ruang berbagi gagasan dan inspirasi untuk memperkuat karakter bangsa, memperkuat persatuan, serta menyiapkan generasi penerus yang memiliki cinta tanah air dan semangat pengabdian kepada bangsa sampai akhir hayat.”

Generasi muda adalah penentu masa depan Indonesia. Kesadaran bela negara bukan hanya tentang senjata dan seragam, tetapi tentang:

• Integritas
• Etika digital
• Kreativitas
• Kepedulian sosial
• Semangat gotong royong
• Kebanggaan terhadap identitas bangsa

Dengan karakter kuat dan persatuan yang kokoh, Indonesia akan melangkah menuju Indonesia Emas 2045 sebagai bangsa besar yang dihormati dunia.*

( MNP. 01)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
×
Banner Iklan 1