RIAU-KEPRI-JAMBIUncategorized

Di Bulan Bung Karno, Legislator Djokas Siburian, Buruh dan Mahasiswa Suarakan Keadilan

Jambi – MediaKPK – Dalam semangat memperingati Bulan Bung Karno, Perkumpulan Elang Nusantara menggandeng Ketua Komisi II DPRD Kota Jambi dari Fraksi PDI Perjuangan, Djokas Siburian, SE, dalam diskusi publik bertajuk “Tantangan Penegakan Hak Buruh dalam Industri Energi di Provinsi Jambi.” Sabtu (14/06)

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kegiatan ini menghadirkan buruh, mahasiswa, akademisi, dan perwakilan pemerintah, yang bersama-sama menyuarakan keresahan terkait krisis perlindungan tenaga kerja, khususnya di sektor energi dan perusahaan outsourcing.

Dalam forum yang berlangsung dinamis dan penuh semangat tersebut, Djokas Siburian menyampaikan pernyataan tegas yang menggugah.

“Kami tidak sedang berdiskusi seremonial dengan kalian. Kami akan memperjuangkan hak kalian!”Ucap Djokas dengan Lantang

Legislator vokal dari Fraksi PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa perjuangan buruh adalah bagian tak terpisahkan dari perjuangan rakyat. Ia mendorong agar suara-suara akar rumput dari mahasiswa, aktivis, hingga buruh benar-benar didengar dan diperjuangkan di meja pengambil kebijakan.

“Bulan Bung Karno adalah bulan perjuangan. Ini bukan momen biasa, ini adalah momentum untuk membalikkan keadaan. Masalah buruh bukan sekadar data, tapi soal martabat manusia!” lanjut Djokas.

Diskusi ini juga menjadi ruang terbuka bagi para buruh AMT (Awak Mobil Tangki) yang saat ini bekerja di bawah skema outsourcing melalui PT Lambang Azas Mulia — mitra dari PT Elnusa Petrofin (anak usaha Pertamina). Mereka menyuarakan sejumlah permasalahan krusial, antara lain, Tidak adanya transparansi uang jalan, Uang makan hanya Rp23.000 per hari, Tunjangan transportasi hanya Rp15.000 per hari, Perhitungan lembur yang tidak jelas, Tuntutan pembayaran uang jalan sesuai standar.

Masalah-masalah tersebut telah dikonfirmasi sebelumnya melalui surat hak jawab dari PT Elnusa Petrofin pusat kepada Perkumpulan Elang Nusantara, yang terus konsisten mengadvokasi isu perburuhan ini.

Dalam forum yang sama, Dr. Noviardi Ferzi, akademisi Jambi yang dikenal vokal dalam isu sosial, menekankan bahwa praktik outsourcing merupakan “penyakit sistemik nasional.”

“Buruh harus bersatu. Pemerintah harus jeli dan tegas dalam mengawasi pelanggaran perusahaan outsourcing. Tanpa pengawasan yang kuat, buruh akan terus jadi korban.”Ajak Dr. Noviardi

Diskusi ini dimoderatori oleh Risma Pasaribu dan Irwanda Nauufal Idris, aktivis muda dari Perkumpulan Elang Nusantara yang juga menjadi penyelenggara acara.

Dalam penutupnya, Irwanda menyampaikan apresiasi kepada Djokas Siburian.

“Suport penuh yang abang lakukan tidak akan sia-sia. Kepercayaan kami sebagai mahasiswa dan aktivis meningkat dengan hadirnya dewan dari Fraksi PDI Perjuangan yang terjun langsung dalam isu-isu krusial masyarakat Jambi. Harapan dan suara kami, kami titipkan di kantong safari mu, Bang Djokas.”Kata Irwanda

Menanggapi itu, Djokas berjanji bahwa suara-suara dari forum ini akan ia bawa hingga ke tingkat nasional.

“Apa yang kita diskusikan hari ini akan saya sampaikan kepada pejabat di pusat. Ini bukan akhir — ini adalah awal perjuangan kolektif kita.”Lanjutnya

Djokas juga menegaskan bahwa perjuangan buruh di Jambi tidak berdiri sendiri. Di tingkat nasional, ada Edi Purwanto, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, yang secara konsisten membela hak-hak buruh, termasuk menyuarakan penderitaan 3,1 juta pengemudi online, yang disebut sebagai korban perbudakan modern.

Diskusi ditutup dengan kutipan lantang dari Sang Proklamator yang disampaikan Djokas Siburian.

“Kaum buruh adalah tulang punggung revolusi. Jika kaum buruh Indonesia bersatu dan sadar akan kekuatannya, tidak ada kekuatan yang bisa mengalahkan Indonesia!” Soekarno

Bulan Bung Karno bukan sekadar momen historis. Ia adalah obor perjuangan yang terus menyala. Di tengah sistem kerja yang menindas dan minim keadilan, semangat gotong royong dan keberpihakan terhadap kaum tertindas harus tetap hidup. Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari perubahan besar untuk buruh Indonesia.

error: Content is protected !!