SULSELBATRA-SULUTENGGO

Sejalan Program Pemerintah Pusat, Pemkab Luwu Dorong Pengembangan Kampung Nelayan Desa Raja

Luwu.Media.K-PK

Rencana pembangunan Kampung Nelayan di Desa Raja, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, mendapat dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat setempat. Selain berharap pembangunan kawasan nelayan dapat direalisasikan pada 2027, warga juga menginginkan fasilitas pendukung berupa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) dan pabrik es.

Harapan tersebut mengemuka setelah peninjauan lokasi dan survei tomografi yang dilaksanakan pada Kamis (22/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan penilaian kelayakan lokasi untuk rencana pembangunan Kampung Nelayan.

Peninjauan dihadiri Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Luwu, Kasmal, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Hasnawir, tim konsultan dari kementerian terkait, Kepala Desa Raja Tawakkal, serta pelaku UMKM setempat, Baso.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Kabupaten Luwu, Hasnawir, menyebut Desa Raja memiliki potensi untuk diprioritaskan dalam rencana pembangunan Kampung Nelayan tahun 2027. Hal itu didukung oleh jumlah nelayan yang cukup banyak, sejumlah persyaratan yang telah terpenuhi, dan keinginan masyarakat terhadap pembangunan tersebut.

Ia menjelaskan, hasil survei tomografi akan menjadi bahan penilaian untuk menentukan langkah selanjutnya. Pemerintah daerah masih menunggu tindak lanjut dari kementerian terkait yang diharapkan dapat diketahui pada awal 2027.

Rencana tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat melalui program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan serta memperkuat perekonomian masyarakat pesisir melalui pengembangan sarana dan kegiatan usaha perikanan.

Kepala Desa Raja, Tawakkal, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan tersebut. Ia berharap program itu dapat terealisasi sehingga masyarakat pesisir memperoleh fasilitas yang lebih memadai untuk menunjang kegiatan perikanan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan.

Menurutnya, pembangunan kawasan nelayan menjadi harapan masyarakat karena manfaatnya diharapkan dapat dirasakan secara luas, baik oleh nelayan maupun warga yang menjalankan usaha pendukung.

Sementara itu, Baso, pelaku UMKM di Desa Raja, berharap pembangunan Kampung Nelayan tidak berhenti pada penyiapan kawasan, tetapi juga memperhatikan kebutuhan operasional nelayan dan penanganan hasil tangkapan.

Ia secara khusus berharap pemerintah dapat mempertimbangkan pengadaan SPBUN agar nelayan lebih mudah memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk melaut. Selain itu, pabrik es juga dinilai penting untuk menjaga kesegaran ikan dan membantu mempertahankan nilai jual hasil tangkapan.

Menurutnya, ketersediaan fasilitas tersebut akan mendukung kegiatan nelayan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha kecil di sekitar kawasan pesisir.

Harapan itu sejalan dengan tujuan pengembangan ekonomi perikanan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memperhatikan kualitas hasil laut, distribusi, pemasaran, dan kesejahteraan masyarakat yang terlibat di dalamnya.

Jika rencana pembangunan Kampung Nelayan di Desa Raja dapat direalisasikan dan didukung fasilitas sesuai kebutuhan, kawasan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi perikanan yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Namun, penetapan Desa Raja sebagai lokasi pembangunan tahun 2027 masih menunggu hasil penilaian dan keputusan dari kementerian terkait. Sementara pembangunan Kampung Nelayan di Desa Mentang dan Desa Seppong direncanakan mulai dilaksanakan pada akhir 2026.( Basman)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
×
Banner Iklan 1
Banner Iklan 2
Banner Iklan 3