Uncategorized

Sekda OKU Buka Sosialisasi Genting, Tegaskan Anggaran Stunting Harus Transparan dan Tepat Sasaran

 

 

BATURAJA – Media K-PK – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menggelar kegiatan Advokasi Program Bangga Kencana sekaligus Sosialisasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Aula Hotel Grand Kemuning, Kecamatan Baturaja Timur.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) OKU, Alva Elan, S.ST., M.PSDA, yang mewakili Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah. Program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kabupaten OKU.

Berdasarkan pantauan Koran Pemantau Korupsi, kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, serta perwakilan dunia usaha dan unsur terkait lainnya.

Dalam sambutan tertulis Bupati OKU yang dibacakannya, Sekda Alva Elan menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan serius yang dapat mengancam kualitas sumber daya manusia dan masa depan generasi bangsa.

Menurutnya, dampak stunting tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik anak, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan kemampuan belajar, kualitas kesehatan, serta produktivitas ketika dewasa.

Karena itu, penanganan stunting membutuhkan komitmen bersama, bukan hanya melalui pemberian bantuan, tetapi juga pendampingan keluarga secara berkelanjutan dan pengelolaan program yang dapat dipertanggungjawabkan.

Anggaran Harus Tepat Sasaran

Dalam arahannya, Alva Elan menekankan pentingnya memastikan pelaksanaan program Genting berjalan efektif, transparan, dan benar-benar menyentuh keluarga yang membutuhkan.

Ia mengingatkan agar program tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial maupun penyaluran bantuan sesaat tanpa disertai evaluasi terhadap manfaat yang diterima masyarakat.

“Genting harus menjadi gerakan kepedulian yang terencana, tepat sasaran, berkelanjutan, dan mampu memperkuat kemandirian keluarga,” tegasnya di hadapan para undangan.

Sekda juga meminta jajaran dinas terkait memperkuat validasi dan pemutakhiran data penerima manfaat. Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko salah sasaran, tumpang tindih penerima bantuan, maupun penggunaan anggaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Ia menegaskan, keberhasilan program tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya bantuan atau banyaknya penerima, melainkan harus diukur dari dampak nyata yang dirasakan keluarga sasaran.

“Keberhasilan Genting tidak cukup diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari kualitas pendampingan dan manfaat yang dirasakan keluarga penerima,” tambahnya.

Penegasan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap program penanganan stunting harus dilaksanakan dengan perencanaan yang matang, mekanisme penyaluran yang jelas, serta evaluasi yang terukur agar anggaran yang dialokasikan memberikan hasil optimal.

Bangun Kemitraan Lintas Sektor

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) OKU, Burhanudin Lubis, S.T., menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan membangun kemitraan yang lebih erat antara pemerintah, lembaga sosial, masyarakat, dan dunia usaha.

Melalui kolaborasi tersebut, program Genting diharapkan mampu memperluas dukungan bagi keluarga berisiko stunting di Kabupaten OKU, termasuk melalui pemenuhan kebutuhan gizi dan pendampingan yang sesuai dengan kondisi masing-masing keluarga.

Sebagai simbol dimulainya gerakan, Sekda OKU turut menyerahkan bantuan makanan tambahan secara langsung kepada perwakilan anak-anak penerima manfaat.

Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung pemenuhan gizi anak dan pencegahan stunting sejak dini.

Media dan Masyarakat Diharapkan Ikut Mengawal

Di sisi lain, pelaksanaan program Genting perlu diikuti dengan keterbukaan informasi dan pengawasan yang memadai agar tujuan program dapat tercapai secara optimal.

Masyarakat berhak mengetahui bagaimana program direncanakan, siapa yang menjadi sasaran penerima manfaat, serta bagaimana bantuan dan anggaran terkait dikelola sesuai ketentuan yang berlaku.

Koran Pemantau Korupsi memandang bahwa komitmen terhadap transparansi dan ketepatan sasaran harus diwujudkan dalam pelaksanaan di lapangan, bukan sekadar menjadi pernyataan dalam kegiatan sosialisasi.

Pengawasan publik diperlukan untuk memastikan bahwa bantuan benar-benar diterima keluarga yang membutuhkan, sementara evaluasi berkala dibutuhkan untuk mengukur efektivitas intervensi terhadap penurunan risiko stunting.

Dengan sinergi pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan pengawasan publik, program Genting diharapkan tidak hanya menjadi gerakan kepedulian, tetapi juga menghasilkan perubahan nyata bagi kualitas kesehatan dan masa depan anak-anak di Kabupaten Ogan Komering Ulu.

(JW)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
×
Banner Iklan 1
Banner Iklan 2
Banner Iklan 3