PWI Bekasi Raya Tinjau Pembenahan Lapas Bulak Kapal, Pelayanan Humanis Jadi Perhatian
KOTA BEKASI | mediakpk.co.id — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bekasi atau yang dikenal sebagai Lapas Bulak Kapal terus melakukan pembenahan dalam pelayanan publik dan program pembinaan warga binaan. Upaya tersebut terlihat saat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya bersama sejumlah rekan media melakukan kunjungan dan peninjauan langsung pada Selasa (13/10/2026).
Kunjungan rombongan media disambut hangat oleh Kepala Lapas (Kalapas) Dedy Cahyadi beserta seluruh jajaran. Dalam kesempatan tersebut, awak media diajak melihat langsung sistem pelayanan digital, prosedur pengamanan, dapur pengolahan makanan, fasilitas, serta berbagai kegiatan pembinaan warga binaan.
Peninjauan ini memberikan gambaran mengenai upaya pembenahan yang dijalankan pihak lapas, mulai dari pemanfaatan teknologi digital hingga pengembangan keterampilan dan kemandirian warga binaan.
JAWARA Smart, Digitalisasi untuk Mempermudah Pelayanan
Peninjauan diawali dengan pengenalan sistem pelayanan digital JAWARA Smart. Sistem ini diperkenalkan sebagai salah satu inovasi untuk memudahkan keluarga warga binaan dalam mengakses informasi dan layanan.
Melalui platform tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai layanan kunjungan dan sejumlah layanan lainnya yang tersedia secara digital. Penerapan teknologi ini ditujukan untuk meningkatkan kemudahan akses, keteraturan administrasi, serta transparansi pelayanan.
Kalapas Dedy Cahyadi menjelaskan bahwa digitalisasi menjadi bagian dari pembenahan tata kelola agar prosedur pelayanan lebih jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Yang bisa menjawab ini adalah sistem yang rigid, yaitu sistem digital. Sebelumnya sudah ada aplikasi, tetapi seiring berjalannya waktu ternyata kita membutuhkan sistem yang lebih komprehensif dan lebih detail,” ujar Dedy kepada awak media.
Selain JAWARA Smart, Lapas Bekasi juga memperkenalkan layanan BESTI (Bulan Lapor Emergency Service) untuk membantu pengunjung, khususnya mereka yang baru pertama kali datang dan belum memahami prosedur kunjungan.
Pengunjung pada jam kerja dapat memperoleh pendampingan langsung dari petugas. Untuk waktu tertentu di luar jam operasional, tersedia fasilitas komunikasi melalui panggilan video. Sementara itu, barang titipan yang datang pada malam hari akan diterima dan diproses sesuai mekanisme yang berlaku.
Pembenahan juga mencakup penataan fasilitas fisik, sarana pelayanan publik, serta ruang pembinaan. Selain itu, tersedia ruang wartel khusus di setiap blok untuk menunjang komunikasi warga binaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemeriksaan Ketat dengan Pendekatan Humanis
Setelah meninjau pelayanan digital, rombongan media diajak melihat secara langsung proses pemeriksaan pengunjung beserta barang bawaan sebelum memasuki area lapas.
Dalam pengamatan rombongan, pemeriksaan terlihat dilakukan secara ketat dengan tetap mengedepankan pendekatan yang santun dan humanis.
Keamanan merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pemasyarakatan. Namun, pelaksanaannya juga perlu memperhatikan kualitas pelayanan serta penghormatan terhadap martabat manusia.
Peninjauan tersebut memberikan gambaran mengenai prosedur pemeriksaan yang diterapkan pada saat kunjungan, dengan keamanan dan pelayanan sebagai dua aspek yang berjalan beriringan.
Dapur Sehat SHAKTI Tampak Bersih dan Tertata
Salah satu fasilitas yang menarik perhatian awak media adalah dapur pengolahan makanan bagi warga binaan.
Saat melihat langsung area tersebut, rombongan mendapati kondisi dapur yang tampak bersih dan tertata. Kebersihan menjadi aspek penting dalam pengolahan makanan karena berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan.
Dapur tersebut diperkenalkan sebagai Dapur Sehat SHAKTI. Peninjauan memberikan gambaran langsung mengenai kondisi fasilitas pengolahan makanan yang diperlihatkan kepada rombongan.
Selain dapur, awak media juga diajak melihat berbagai kegiatan produktif, antara lain perkebunan melon, produksi tempe, kegiatan melukis, dan peternakan ayam petelur.
Dalam penjelasan pihak lapas, peternakan ayam petelur disebut mampu menghasilkan kurang lebih sekitar 1.600 butir telur per hari. Angka tersebut merupakan informasi yang disampaikan pihak lapas kepada awak media.
Berbagai kegiatan produktif itu menjadi bagian dari program pembinaan keterampilan, kemandirian, dan ketahanan pangan bagi warga binaan.
Pembinaan UMKM, Kerohanian, dan Pendidikan Paket C
Rombongan juga meninjau sejumlah program pembinaan lainnya, mulai dari pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kegiatan ketahanan pangan, pembinaan kerohanian melalui siraman rohani, hingga pendidikan kesetaraan Paket C.
Program-program tersebut diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan warga binaan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
Pembinaan pemasyarakatan tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan pidana, tetapi juga mencakup proses pendidikan, pengembangan potensi, pembentukan sikap, dan penguatan kemandirian.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, warga binaan diharapkan memperoleh kesempatan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidananya.
Dalam kesempatan itu, awak media juga menyaksikan seorang warga binaan yang mengalami sakit dibawa petugas menuju klinik untuk mendapatkan penanganan.
Dedy Cahyadi: Pembenahan Harus Berjalan Berkelanjutan
Dalam penjelasannya, Dedy Cahyadi menyampaikan bahwa pembenahan Lapas Bekasi dilakukan berdasarkan pemetaan, evaluasi, dan mitigasi bersama unsur kepatuhan internal serta jajaran pemasyarakatan terkait.
Pembenahan tersebut mencakup sistem pelayanan, penataan fasilitas, ruang pembinaan, dan penguatan tata kelola. Digitalisasi diharapkan dapat memperjelas prosedur serta mengurangi potensi diskresi atau keputusan sepihak yang tidak sesuai ketentuan.
Dedy turut menyoroti tantangan lokasi lapas yang berada di tengah kawasan permukiman padat penduduk. Kondisi tersebut menuntut kedisiplinan dan ketelitian petugas dalam menjaga keamanan sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat sekitar.
Untuk mendukung pembenahan berkelanjutan, pihak lapas juga menyampaikan pentingnya koordinasi lintas sektor dengan Pemerintah Kota Bekasi, DPRD, BNN, TNI, dan Polri. Dukungan yang diharapkan meliputi aspek keamanan dan kebutuhan infrastruktur, termasuk permohonan bantuan pembuatan sumur air serta program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Dedy berharap berbagai pihak dapat mendukung upaya pembenahan agar pelayanan dan pembinaan berjalan secara konsisten.
“Kami mengakui masih banyak kekurangan. Namun, kami terus berbenah. Silakan kritik dan awasi kami, terutama untuk hal-hal yang membangun,” ujar Dedy.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya evaluasi berkelanjutan, keterbukaan terhadap kritik, dan komitmen memperbaiki pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ade Muksin: Pers Harus Berpijak pada Fakta
Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin mengatakan bahwa kunjungan langsung merupakan bagian penting dari proses jurnalistik, terutama ketika beragam informasi mengenai suatu lembaga beredar di ruang publik.
Menurut Ade, wartawan perlu mengedepankan observasi, konfirmasi, dan verifikasi agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat memiliki dasar yang jelas.
“Wartawan harus melihat langsung, melakukan konfirmasi, dan menguji informasi. Jangan sampai kita menyimpulkan sesuatu hanya berdasarkan kabar yang beredar tanpa mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan,” ujar Ade Muksin.
Ia menegaskan bahwa komunikasi yang baik antara pers dan lembaga publik penting untuk membuka akses informasi. Namun, hubungan tersebut tidak boleh menghilangkan independensi pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.
Menurutnya, kunjungan langsung bukan berarti menutup ruang kritik terhadap lembaga pemasyarakatan. Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperoleh informasi yang lebih utuh, menguji fakta, dan memahami program yang dijalankan.
“Jangan menjustifikasi tanpa memverifikasi. Wartawan harus datang, melihat fakta, dan memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat jelas serta berimbang,” tegasnya.
Ade menambahkan bahwa pers tetap memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan temuan, mengajukan pertanyaan kritis, dan mengawasi pelayanan publik secara profesional berdasarkan fakta.
Fasilitas Sederhana, Pembinaan dan Pengawasan Tetap Penting
Berdasarkan pengamatan selama kunjungan, sejumlah fasilitas dan kegiatan yang diperlihatkan kepada rombongan tampak mengedepankan pelayanan, kebersihan, keamanan, serta pembinaan warga binaan.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan tidak melihat fasilitas mewah sebagaimana gambaran yang kerap menjadi perbincangan di media sosial. Fasilitas yang diperlihatkan tampak sederhana dan diarahkan untuk menunjang kebutuhan pelayanan serta pembinaan.
Pengamatan tersebut merupakan gambaran berdasarkan lokasi dan fasilitas yang dikunjungi, bukan penilaian menyeluruh terhadap seluruh kondisi lapas.
Dalam sekitar satu tahun kepemimpinan Dedy Cahyadi, digitalisasi pelayanan, penataan fasilitas, dan pengembangan program pembinaan menjadi sejumlah aspek pembenahan yang disampaikan pihak lapas dan ditinjau langsung oleh awak media.
Meski demikian, kualitas penyelenggaraan pemasyarakatan tetap perlu dijaga melalui konsistensi pelayanan, pemenuhan hak warga binaan, efektivitas pembinaan, transparansi, serta pengawasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Prinsip memanusiakan manusia harus menjadi landasan pelayanan pemasyarakatan, tanpa mengabaikan keamanan, ketertiban, dan kepatuhan terhadap hukum.
Presentasi JAWARA Smart Tutup Rangkaian Kunjungan
Pada akhir kunjungan, Kalapas Dedy Cahyadi beserta jajaran memberikan presentasi mengenai aplikasi pelayanan digital JAWARA Smart kepada rombongan media.
Presentasi tersebut memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai pemanfaatan teknologi untuk mendukung pelayanan kepada keluarga warga binaan sekaligus memperlihatkan arah pembenahan sistem pelayanan yang dijalankan pihak lapas.
Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat komunikasi antara PWI Bekasi Raya, rekan-rekan media, dan jajaran Lapas Kelas IIA Bekasi, sekaligus membuka ruang dialog konstruktif mengenai pelayanan publik dan pembinaan warga binaan.
Ade Muksin menegaskan bahwa keterbukaan informasi dan kesempatan melakukan peninjauan langsung merupakan bagian penting dalam mendukung pemberitaan yang faktual dan berimbang.
Di sisi lain, independensi pers dan fungsi kontrol sosial tetap harus dijaga. Setiap informasi perlu diverifikasi, sementara pelayanan publik perlu terus dievaluasi agar berjalan sesuai ketentuan dan menghormati hak-hak masyarakat.
Digitalisasi mempermudah pelayanan, pembinaan membuka peluang perubahan, dan pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam memanusiakan warga binaan.
Reporter: Denor Editor: Adunk

