Aktivitas Penarikan Kabel di Jalan Raya Cilimus Dipertanyakan, Pekerja Tinggalkan Lokasi Tanpa Menyelesaikan Pekerjaan.
KUNINGAN Mediakpk.co.id
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Aktivitas penarikan kabel pada tiang utilitas di Jalan Raya Cilimus, Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan menjadi perhatian setelah sejumlah pekerja menghentikan pekerjaan dan meninggalkan lokasi ketika dimintai penjelasan mengenai identitas pekerjaan serta dokumen yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan tersebut Rabu (29/7/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan sekitar pukul 05.30 WIB, sejumlah pekerja terlihat melakukan penarikan kabel pada tiang utilitas yang berada di tepi jalan. Saat dikonfirmasi, para pekerja mengaku berasal dari MyRepublic dan menyampaikan bahwa pekerjaan tersebut merupakan penambahan jaringan.
Ketika diminta menunjukkan surat tugas, surat izin, atau dokumen pekerjaan, para pekerja menyatakan tidak dapat menunjukkannya. Mereka juga mengatakan bahwa lokasi pekerjaan berada di jalan nasional. Saat diminta menghubungi penanggung jawab perusahaan, mereka menjawab bahwa orang kantor masih tidur sehingga belum dapat dihubungi karena waktu masih terlalu pagi.
Tidak lama setelah percakapan tersebut, para pekerja menghentikan aktivitas, merapikan sebagian peralatan, kemudian meninggalkan lokasi.
Konfirmasi kepada MyRepublic
Untuk memastikan informasi tersebut, dilakukan konfirmasi melalui WhatsApp kepada seseorang yang memperkenalkan diri sebagai Asep, bagian Marketing MyRepublic.
Dalam tanggapan awalnya ia menyampaikan:
“Saya Asep Pak bagian marketing dari MyRepublic Pak. Mengenai itu saya ingin tahu infonya lebih lanjut Pak, soalnya kita berbeda dengan vendor walaupun itu satu naungan Pak. Kalau penambahan memang ada Pak, tapi bukan di daerah Sampora Cilimus Pak.”
Selanjutnya ia menjelaskan:
“Maaf Pak saya hanya tim marketing/sales, mengenai perizinan segala macam itu dari vendor Pak yang urus semuanya.”
Kemudian ia kembali menyampaikan:
“Sebentar Pak saya izin dulu sama ASM/BM saya Pak.”
Dan pada jawaban berikutnya mengatakan:
“Mohon maaf, nanti kita coba konfirmasi dulu apakah memang pekerja MyRepublic atau bukan ke divisi terkait.”
Perkembangan Terbaru
Hasil pemantauan lanjutan pada Rabu, 29 Juli 2026 pukul 15.11 WIB menunjukkan bahwa pekerjaan belum dilanjutkan. Kabel yang sebelumnya dipasang masih terlihat menggantung di atas tiang utilitas dan belum dirapikan. Hingga waktu pemantauan dilakukan, tidak terlihat adanya pekerja yang kembali ke lokasi untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Analisis
Dari rangkaian peristiwa tersebut terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian.
Pertama, pekerja di lapangan mengaku berasal dari MyRepublic, namun pihak marketing MyRepublic justru menyatakan masih harus melakukan konfirmasi apakah pekerja tersebut benar merupakan pekerja atau vendor yang bekerja untuk MyRepublic.
Kedua, pihak marketing menjelaskan bahwa seluruh urusan perizinan menjadi tanggung jawab vendor sehingga belum dapat memberikan kepastian mengenai legalitas pekerjaan yang dilakukan di lokasi.
Ketiga, terdapat perbedaan informasi antara pekerja di lapangan yang menyebut pekerjaan tersebut merupakan penambahan jaringan di wilayah Sampora, dengan keterangan pihak marketing yang menyatakan penambahan jaringan memang ada, tetapi bukan di wilayah Sampora Cilimus.
Hingga siaran pers ini diterbitkan, belum terdapat klarifikasi resmi dari manajemen MyRepublic maupun vendor pelaksana mengenai identitas pekerja, status pekerjaan, maupun kelengkapan perizinannya.
Catatan Kritis
Peristiwa ini kembali menunjukkan perlunya pengawasan yang lebih serius terhadap pekerjaan utilitas di ruang milik jalan. Terlepas dari siapa pelaksananya, setiap pekerjaan yang dilakukan di ruang publik semestinya dapat dipertanggungjawabkan dan tidak meninggalkan kondisi yang terkesan terbengkalai.
Hingga sore hari, kabel masih menggantung di atas tiang dan belum dirapikan. Kondisi tersebut menambah kesan semrawut pada jaringan kabel udara yang selama ini telah menjadi keluhan masyarakat.
Jalan Raya Cilimus sebagai salah satu jalur utama seharusnya mencerminkan penataan infrastruktur yang baik. Namun yang terlihat justru semakin banyak kabel udara yang bertumpuk, melilit, dan tidak tertata sehingga mengurangi estetika kawasan. Kondisi ini bukan hanya persoalan keindahan, tetapi juga mencerminkan lemahnya koordinasi antaroperator dan pengawasan terhadap pekerjaan utilitas.
Apabila setiap operator atau vendor bebas menambah kabel tanpa penataan yang jelas, wajah kota akan terus dipenuhi “hutan kabel” yang merusak pemandangan. Masyarakat berhak mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas setiap pemasangan jaringan yang memanfaatkan ruang milik jalan.
Oleh karena itu, pemerintah, pengelola jalan, serta instansi yang berwenang diharapkan segera melakukan pemeriksaan terhadap pekerjaan tersebut, memastikan kelengkapan perizinannya, sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penataan jaringan utilitas di sepanjang Jalan Raya Cilimus agar infrastruktur telekomunikasi berkembang tanpa mengorbankan keselamatan, keteraturan, dan keindahan ruang publik.
Seluruh informasi dalam siaran pers ini disusun berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, dokumentasi, percakapan dengan pekerja di lokasi, serta komunikasi melalui WhatsApp dengan pihak yang mengaku sebagai perwakilan MyRepublic. Status legalitas pekerjaan dan identitas pelaksana tetap menunggu klarifikasi resmi dari perusahaan maupun hasil pemeriksaan instansi yang berwenang.
(Deden sanjaya)

